Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Provinsi Papua Siap Sukseskan PON ke XX Tahnun 2020

Bocah di Jayawijaya Diduga Jadi Korban Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas

Need help with accounting homework service what are the best online essay writing service reddit business law research paper outline service

Clarita

WAMENA, iNews.id – Penderitaan Clarita (9) menahan rasa sakit di sekujur tubuh akhirnya berakhir. Dia mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat 19 Februari 2018, setelah dua hari berjuang dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Wamena.

Kondisi tubuh Clarita saat pertama kali dibawa ibunya berinisial R ke rumah sakit sangat memprihatinkan. Dia sudah tidak sadarkan diri sejak awal masuk RS hingga dua hari perawatan dan ajal menjemputnya. Bagian kepala gadis mungil itu penuh luka terbuka dan luka bakar.

Keterangan seorang kerabat korban, Clarita diduga menjadi korban penganiayaan ibu kandungnya. Ibu korban diketahui telah bercerai dengan suaminya seorang anggota brigade mobile (brimob).

“Ini sudah sangat keji. Waktu korban dibawa ke RSUD, R bilang ke dokter anaknya (Clarita) terkena penyakit sarampa. Lalu dokter yang memeriksa kondisi korban membantah dengan mengatakan korban alami penganiayaan, korban diduga mengalami luka bakar sekujur tubuh,” ucap seorang kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya.

Kematian Clarita lalu dilaporkan ke Polres Jayawijaya oleh seseorang yang menilai penyebabnya karena tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur. “Kami sudah menerima laporan soal dugaan kekerasan dan sedang diselidiki unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, Sabtu (20/1/2017) siang.

Dia mengatakan, segera memanggil keluarga dekat korban untuk dimintai keterangan, termasuk ibu korban R. Polisi juga akan memeriksa para bidan dan dokter yang merawat anak itu hingga meninggal dunia.

“Kondisi anak ini yang kritis hingga meninggal dunia cukup parah karena di sekujur tubuh dipenuhi luka-luka,”  kata Reba.

Reba menilai, kasus ini tergolong bukan kasus biasa. Kepolisian telah menemukan adanya tindak kekerasan fisik pada anak tersebut. “Kami akan mengonfirmasi dan mencari tahu pelaku yang tega menganiaya. Untuk hasil visum, kami sudah menyurati RSUD Wamena segera menyerahkannya begitu sudah keluar,” tuturnya.

Kasus ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya. Wakil Bupati  Jayawijaya Jhon R Banua menyempatkan waktu menengok jenazah korban. Dia sangat menyayangkan tindakan kekerasan pelaku terhadap anak di bawah umur hingga akhirnya tewas. Jhon juga berharap pihak kepolisian segera menangani kasus itu.

“Kami serahkan semuanya kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini sehingga tidak terulang kembali di Jayawijaya,” ucapnya.

 

Editor : Donald Karouw

Sumber : http://www.inews.id/daerah/papua/bocah-di-jayawijaya-diduga-jadi-korban-aniaya-ibu-kandung-hingga-tewas